PadI, Tak Hanya Diam Release Album

Padi tak hanya diam.

Album yang sudah aku tunggu-tunggu. Di balut dengan cover warna merah darah dan gambar seperti DNA, terasa Padi pada album ini adalah benar-benar Tak Hanya Diam. Di rilis jum’at tanggal 16 november lalu oleh BMG music, album ini mulai digarap pada januari 2007. Beberapa poto saat penggarapan album Tak Hanya Diam dapat dilihat disini dan disana. Istimewanya album ini adalah piyu akan menyanyi, bukan hanya sebagai backing vocal, tetapi dia akan bernyanyi 1 lagu penuh pada lagu yang berjudul Harmoni. Tak jauh beda dengan album-album sebelumnya, lirik dan musik pada 10 track lagu album ini benar-benar mengesankan aku :)

Track Album Tak Hanya Diam :
01. Sang Penghibur (Cipt. Piyu)
02. Harmony (Cipt. Piyu)
03. Belum Terlambat (Cipt. Piyu)
04. Rencana Besar (Cipt. Piyu – Fadly)
05. Terluka (Cipt. Piyu – Fadly)
06. Jika Engkau Bersedih (Cipt. Piyu)
07. Teruslah Bernyanyi (Cipt. Rindra – Fadly)
08. Ode (Cipt. Piyu – Fadly)
09. Jangan Datang Malam Ini (Cipt. Piyu – Fadly)
10. Aku Bisa Menjadi Kekasih (Cipt. Piyu)

Sang Penghibur

Setiap perkataan yang menjatuhkan
Tak lagi kudengar dengan sungguh
Juga tutur kata yang mencela
Tak lagi kucerna dalam jiwa

Aku bukanlah seorang yang mengerti
Tentang kelihaian membaca hati
Ku hanya pemimpi kecil yang berangan
Tuk merubah nasibnya

Oh..bukankah ku pernah melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya
Yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya

Kugerakkan langkah kaki
Dimana cinta akan bertumbuh
Kulayangkan jauh mata memandang
Tuk melanjutkan mimpi yang terputus

Masih kucoba mengejar rinduku
Meski peluh membasahi tanah
Lelah, penat tak menghalangiku
Menemukan bahagia

Oh..bukankah ku pernah melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya
Yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya

Yang lelah jiwanya…

Oh..bukankah ku bisa melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya…

Bukankah hidup ada perhentian
Tak harus kencang terus berlari
Kuhelakan nafas panjang
Tuk siap berlari kembali…berlari kembali
Melangkahkan kaki…menuju cahaya

(Bagai bintang yang bersinar, menghibur yang lelah jiwanya
Bagai bintang yang berpijar, menghibur yang sedih hatinya)

Harmony

Aku mengenal dikau
Tak cukup lama … separuh usiaku
Namun begitu banyak…pelajaran
Yang aku terima

Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Dan terwujud harmony

Segala kebaikan
Tak akan terhapus oleh kepahitan
Kulapangkan resah jiwa
Karna kupercaya
Kan berujung indah

Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Dan terwujud harmony

Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Dan terwujud harmony…

Belum Terlambat

Belumlah terlambat untuk mengerti
Dan belum terlambat untuk menumbuhkan cintaku

Dipangkuan hati titian hidupku
Tak pernah kutau ada sesuatu
Didalam jiwamu membahagiakan dirimu
Betapa kusungguh
Tak menyadari itu

Apakah cinta yang membahagiakanmu
Sesuatu yang ingin kumiliki

Belumlah terlambat untuk mengerti
Dan belum terlambat untuk menumbuhkan cintaku
Selama hidup sepanjang usiaku
Tak sekalipun pernah kumenyentuh wujudnya

Membayangkan itu akupun mencoba
Mengerti sedikit tentang perasaan itu
Pernah terkaburkan oleh pilu kepedihan
Mungkin aku salah mengartikan itu semua

Belumlah terlambat untuk mengerti
Dan belum terlambat untuk menumbuhkan cintaku
Selama hidup sepanjang usiaku
Tak sekalipun pernah kumenyentuh wujudnya

Apakah cinta yang membahagiakanmu
Sesuatu yang ingin kumiliki

Belumlah terlambat untuk mengerti
Dan belum terlambat untuk menumbuhkan cintaku
Selama hidup sepanjang usiaku
Tak sekalipun pernah kumenyentuh wujudnya

Tak sekalipun ku menyentuh wujudnya…

Apakah cinta yang membahagiakanmu
Sesuatu yang ingin kumiliki

Rencana Besar

Bisakah ku singgah dihatimu
Berharap sebentuk tempat yang tulus
Sesuatu yang kupercaya
Ada tersimpan disana

Terlalu lama aku harus terdiam
Atau mungkin ku tak percaya sungguh
Akan kesempatan dan kemungkinan
Yang terjadi nanti

Karna ku yakin ada pintu yang terbuka
Diantara hatiku dan hatimu

Its been years since we’ve met
And days had gone by
Now its time to make up my mind
And I hope that we can make it to the end

Bila firasat ini memang benar
Memilikimu adalah maksud
Dari sebuah rencana besar
Merubah hidupku

Jikalau aku harus berhitung benar
Akan kemungkinan yang bisa ada
Bilaku bisa memilikimu
Bahagialah aku

Karena ku yakin ada pintu yang terbuka
Diantara hatiku dan hatimu

Its been years since we ve met
And days had gone by
Now its time to make up my mind
And I hope that we can make it to the end

Its been years since we ve met
And days had gone by
Now its the time to make up my mind
Oh…May be I could nev er have you in my life

(Perkenankanlah aku singgah dihatimu
Berharap sebentuk tempat yang tulus
Sesuatu yang kupercaya
Ada tersimpan disana)

Terluka

Langit masih terrbalut mendung hitam
Masihku cemas bila saatnya datang

Badai…angin…topan…menghempas
Segalanya…kapankah akan berakhir

Lumpur merendam
Pilunya belumlah sirna
Jika mentari panasnya tak lagi menyengat
Apakah ini adalah…akhir dari
Tempatku berpijak

Kita mungkin terluka
Ataupun bisa mati
Tapi janganlah pernah
Menyalahkan hidup

(Per)siapkan hati
(Per)siapkan jiwa
Atas segalanya yang bisa terjadi

Gelombang biru menghunjam menyapu bumi
Puing-puing tersisa
Mengiris hati

Bilakah fajar akan bersinar
Dan berpijar lagi
Menerangi dunia

Kita mungkin terluka
Atau pun bisa mati
Tapi janganlah pernah
Menyalahkan hidup

(Per)siapkan hati
(Per)siapkan jiwa
Atas segala yang yang bisa terjadi

Jika Engkau Bersedih

Jika engkau bersedih …pastilah ini ada maksudnya
Andai engkau bisa tertawa… seharusnya bahagia

Dan jika karma itu ada…berpeganglah atas hatimu
Karena kau tak akan bisa…mengabaikan takdirmu

Tak perlu engkau terus bersedih
Seperti dulu melemahkan niatmu
Sudahi saja tangismu
Tetapkan hati berjuang bersama lagi

Tahukah engkau bahwa… cinta itu adalah anugerah
Sama seperti adanya… hidup kita hidup ini
Mengertikah engkau bahwasanya
Gagal itu bukanlah kekalahan
Selama kau memahami apa… yang menguji hatimu

Tak perlu lagi engkau bersedih
Seperti dulu melemahkan niatmu
Semoga bertemu kembali
Tetapkan hati berjuang bersama lagi

(Tak perlu engkau terus bersedih
Seperti dulu melemahkan niatmu
Semoga bertemu kembali
Mengingat hari berjuang bersama lagi)

Tak usa h lagi bersedih…
Tak perlu terus bersedih…
Tak usa h lagi bersedih…
Tak perlu terus bersedih…

Teruslah Bernyanyi

Hei, saatnya tuk kembali
Saatnya tuk ikuti kata hati
Hei…hei…hei
Saatnya tuk bernyanyi
Melagukan mimpimu hari ini

Biarkan senandungmu mewarnai dunia
Dan biarkan sang waktu yang menguji semua
yang kau tawarkan

Tebarkan cinta dan terus bernyanyi
Nyanyikan lagu yang menghibur hati
Hati yang sepi dan terus bersedih
Sedih yang masih membayangi hidup
Hidup didunia hanya sementara
Sementara lupakan semuanya
Semuanya pasti akan berakhir
Akhirnya kita pun akan kembali

Hei, saatnya berlari memutar waktu menjalin mimpi
Hei…hei…hei
Tak perlu kau resahkan semua yang menghadang langkah kaki
Bukankah hidup ini adalah perjalanan yang tak berakhir

Tebarkan cinta dan terus bernyanyi
Nyanyikan lagu yang menghibur hati
Hati yang sepi dan terus bersedih
Sedih yang masih membayangi hidup
Hidup didunia hanya sementara
Sementara lupakan semuanya
Semuanya pasti akan berakhir
Akhirnya kita pun akan kembali

Nyanyikan laguku
Nyanyikan lagumu
O…ooo…oo….uhh…
Nananana…nana.nanana

Ode

Semua cerita tentangmu
Yang masih tersimpan didalam benakku
Meresap dijiwaku
Memenuhi ruang hatiku

Seperti cahaya mentari kau hadir
Terangi hidupku, terangi jalanku
Menuntunku memaknai semua

Dan aku takkan melupakan
Semua yang ind ah
Yang pernah engkau ucapkan

Meski kau telah berlalu
Tak lagi disisi, namun cintamu akan tetap hidup
Tak terhapuskan, tak tergilas oleh waktu

Meski kau telah berlalu
Tak lagi disisi, namun cintamu akan tetap hidup
Tak terhapuskan, tak tergilas oleh waktu

Dan aku takkan melupakan
Semua yang ind ah yang pernah engkau berikan

Cintaku tak henti mengalir untukmu
Mengenalmu adalah hal terindah yang pernah aku alami

Oo..aku tak akan pernah melupakan
Semua yang ind ah
Yang pernah engkau ungkapkan

Setiap pesan kan terukir di hati
Semoga damai selalu bersamamu
Semoga damai selalu bersamamu

Jangan Datang Malam Ini

Kau datang mengejutkan diriku
Menikam hatiku…detak jantungku
Sesungguhnya ku tak inginkan dirimu
Disaat ini…ditempat ini…

Dipelupuk hatiku melupakanmu
Di pusara jiwaku
Pernah ku memiliki
Kisah tersembunyi dalam hidupku

(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan) bila kumenafikanmu
(Bukan saatnya)…dan bukan waktunya

Apapun yang terjadi
Kau tau, sebenarnya hidupku
Sudah menyenangkan…
Saat ini sudah cukup…cukup sudah…cukup sudah
Ku berbahagia

Tak sepatutnya kita berjumpa lagi
Tak sepantasnya aku
Menyimpan perasan di satu tanganku yang lain

(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan) bila kumenafikanmu
(Bukan saatnya)…dan bukan waktunya

Semua tlah berakhir di hari itu
Tak perlu kususun lagi serpihan yang dulu
Aku tak bisa menjadikan semunya sempurna
Hanya keinginan yang terbaik
Bagi semuaa…

(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan) bila kumenafikanmu
(Bukan saatnya)…dan bukan waktunya

(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan…)
(Bukan saatnya)…dan bukan waktunya

Kau datang disini, terlanjur…mengejutkanku

Aku Bisa Menjadi Kekasih

Segalanya kan bisa menjadi baik
Jika kita tak saling menyakiti
Apapun yang sudah terjadi
Bilakah kita harus merelakannya

Memaafkan itu tak seberat memindah samudera
Tak ada yang paling sempurna
Kuserahkan padamu…kepadamu…

Aku bisa menjadi kekasihmu
Aku bisa menjadi teman
Aku bisa menjadi musuhmu
Aku bisa menjadi sahabatmu

Menerjemahkan isi hati
Mungkin lebih baik dengan berbicara
Bukakankah jalannya hidup menjadi mudah
Bila kita saling bisa melengkapi

Memaafkan itu tak seberat memindah samudera
Tak ada yang paling sempurna
Kuserahkan padamu…kepadamu…

Aku bisa menjadi kekasihmu
Aku bisa menjadi teman
Aku bisa menjadi musuhmu
Aku bisa menjadi sahabatmu

Copy@kidKae |http://sobatpadi.com|

Advertisements

~ by kidKae on November 25, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: