Padi Sesuatu Yang Tertunda

sesuatu yang tertunda

Saat suatu lagu mencerminkan kehidupan sendiri. Pasti terasa menyenangkan. Mungkin aneh juga. Tiba-tiba lagu itu menjadi soundtrack untuk diri sendiri. Merasa penasaran setelah menyukai album pertama Lain Dunia. Aku beli album ini dalam bentuk kaset, dulu (lupa kapan).

Tak mengecewakan. Lagu album ini benar-benar keren. Bukan hanya karena musiknya yang easy listening tapi rock to jump juga, tapi memang lirik-liriknya yang mengena pada ku. Nih yang bener sapa ya..aku yang senasib ama piyu..atau piyu yang mengalami nasib sama dengan ku.

Damn…this band really awsome. So much me on it. This lyrics are already on their site. But i’m still want to post on mine. Listen the song, feel the lyrics, this second Album from Padi band are deep down into my heart.

Bayangkanlah

Bayangkanlah bila aku tak lagi menjadi kekasihmu
Bayangkanlah bila bumi tak mampu lagi berputar
Bayangkanlah bila aku terpisah jauh darimu
Bayangkanlah bila mentari tak mampu lagi menyinari dunia…

Dengarlah duhai kekasih hidup tak selamanya indah
Renungkan wahai sahabat hadapilah semua yang akan terjadi…

Bayangkanlah bila aku tak setia lagi kepadamu
Bayangkanlah bila mata tak mampu lagi memandang
Bayangkanlah bila aku terpikat hati yang lainnya
Bayangkanlah bila cinta tak mampu lagi mendamaikan dunia…

Duhai Tuhan…Kuserahkan hidupku…

Sesuatu Yang Indah

Kekasihku…aku telah mengenalmu sekian lama
Sepatutnya aku bisa mencintaimu sepenuh hati
Kuharapkan engkau dan aku saling mengerti bukan menyakiti
Tak perlu lagi ada pertengkaran…

Kini aku temukan telah aku dapatkan
Jauh sudah tersimpan sesuatu yang indah dari dirimu
Semoga aku bisa mungkinpun aku mampu
Untuk dapat memberikan tulus hatiku (membahagiakan hatimu)

Kekasihku betapa aku tak pernah dapat…
Membuaimu..dengan kata-kata cinta yang mungkin bisa menyejukkanmu
Sungguh aku masih ingin terus mencari dalam jiwamu
Rasa ini ingin ku akui

Kekasihku…maafkan aku jika tak mampu membahagiakanmu
Dengan rasa cinta…

Uhh…uhh…

Semua Tak Sama
Dalam benakku lama tertanam
Sejuta bayangan dirimu…
Redup terasa cahaya hati…
Mengingat apa yang telah kau berikan…
Waktu berjalan lambat mengiring Dalam titian takdir hidupku
Cukup sudah aku tertahan Dalam persimpangan masa silamku…

Coba tuk melawan…getir yang terus kukecap…
Meresap ke dalam relung sukmaku…
Coba tuk singkirkan…aroma nafas tubuhmu…
Mengalir mengisi laju darahku…

Semua tak sama…tak pernah sama
Apa yang kusentuh…apa yang kukecup…
Sehangat pelukmu, selembut belaimu
Tak ada satupun yang mampu menjadi sepertimu…
Apalah arti hidupku ini memapahku dalam ketiadaan
Sgalanya luruh lemah tak bertumpu hanya bersandar pada dirimu…
Ku tak bisa (sungguh) tak bisa
Mengganti dirimu dengan dirinya…

Sampai kapan kau terus bertahan
Sampai kapan kau tetap tenggelam
Sampai kapan kau mesti terlepas
Buka mata dan hatimu, relakan semua…

Kemana Angin Berhembus

Kemanapun angin berhembus menuntun langkahku
Memahat takdir hidupku di sini
Masih tertinggal wangi yang sempat engkau titipkan
Mengharumi kisah hidupku ini…

Meski ku terbang jauh melintasi sang waktu
Kemanapun angin berhembus
Aku pasti akan kembali

Kulukiskan indah wajahmu di hamparan awan
Biar tak jemu kupandangi selalu
Kubiarkan semua cintamu membius jiwaku
Yang memaksaku merindukan dirimu

Meski langit memikatku dengan sejuta senyum
Aku takkan tergoyahkan
Aku pasti akan kembali

Lain Dunia

Kurasakan kuterlena di putihnya nuansa
Yang terlukis dalam pesona diri
Sisi batinku…sisi batinmu terpendam di laurnya
Tak ada tegur sapa antara kita

Media dunia membawa terbang tawa ceria
Teruraikan nada rasa…
Terpendam dalam jiwa…

Hu…hu…hu… menarilah biar sejenak
Hu…hu…hu…warnailah duniaku

Bentangan jarak melintas khayal
Menggairahkan arti hidupku
Walau hatiku hatimu takakan bertemu
Betapa mungkin dekat dirimu atau kukenali
Biarkan semua wajar adanya

Media dunia membawa terbang tawa ceria
Teruraikan nada rasa…
Terpendam dalam jiwa…

Hu…hu…hu…menarilah biar sejenak
Hu…hu…hu…warnailah duniaku
Hu…hu…hu…bernyanyilah bahagiakan hati

Betapa mungkin dekat dirimu atau kukenali
Biarkan semua wajar adanya

Perjalanan Ini

Kulayangkan pandangku melalui kaca jendela
Dari tempatku bersandar seiring lantun kereta
Membawa diriku melintasi tempat-tempat yang indah
Membuat isi hidupku penuh riuh dan berwarna

Kualunkan rinduku selepas aku kembali pulang
Takakan kulepaskan dekapku…karena kutahu pasti aku
Merindukanmu seumur hidupku…selama-lamanya…

Perjalanan inipun kadang merampas bijak hatiku
S’kali waktupun mungkin menggoyahkan pundi cintaku
Meretaskan setiaku…menafikan engkau disana
Maafkan aku…
Cepatku kembali…

Kutautkan hatiku….
Kuikrarkan janji…
Kubawa pulang diriku hanya untukmu
Kusanjungkan mimpi-mimpi hangati malam
Rindu ini membakar hatiku
Kuakan kembali pulang…kuakan kembali pulang…
Na…na…na…
Aku ingin cepat kembali…aku ingin cepat di sampingmu…

Seandainya Bisa Memilih

Dari jauh lubuk hatiku
jiwaku resah mencari tahu
Apa yang sedang kurasakan kini
Terguncang aku mengingat engkau

Seandainya aku masih bisa memilih
Akan kupilih engkau menjadi kekasih sejatiku
Betapa semua harapan hanya untukmu
Akan kupahat namamu dalam pusara hatiku…

Kaulah rahasia terbesar hidupku
Yang takkan mungkin aku ungkapkan
Kusimpan erat perasaanku
Meski ajal menantiku

Angkuh

Aku adalah seorang yang keras hati
Yang tak pernah merasakan kelembutan hati
Hingga di sini di penantian terakhir…
Kuberjumpa dengan engkau terpikat aku jadinya

Engkaulah sang mentari yang menyinari bumi
Dan akan menghangatkan gairah hatiku oh…oh
Engkaulah embun pagi yang membasahi tanah
Dan akan menyegarkan setiap lelah jiwaku…

Lama sudah aku sendiri di tuntun langkah-langkah kaki
Mencoba menentang kerasnya hantaman hidup
Aku akui aku tak mampu menahan semua
Meruntuhkan kerasnya angkuhnya dinding hatiku…

Engkaulah sang pelangi yang mewarnai langit
Dan akan memayungi gelisah hatiku oh…oh
Engkaulah angin malam yang menebarkan wangi
Dan akan mengharumi hari-hari bahagiaku…

Lingkaran

Saat kuterjebak dalam lingkaran…
Bayangan gelap menuang tak bertepi, tak berujung batas
Membuat aku tak kuasa ingin menentang…
Jauh kini kusadari hidupku sungguh…
Bersama engkau sungguh berarti
Terasah godaan hidup…namun kau masih disisiku
Temani segala resah hatiku…

Sekiranya aku bisa mimpi indah…Aku tak akan tersesat jauh
Sekiranya aku mungkin terlepas meski beranjak pergi meninggalkan engkau…sendiri…

Sepatutnya aku telah terjatuh…Kini aku jauh lebih mengerti
Tak pernah aku merasa…betapa naifnya aku
Apa yang harus aku tinggalkan…aku lupakan…

Kasih Tak Sampai

Indah…Terasa indah
Bila kita terbuai dalam alunan cinta
Sedapat mungkin terciptakan rasa
Keinginan saling memiliki

Namun bila itu semua
Dapat terwujud dalam satu ikatan cinta
Tak semudah seperti yang terbayang
Menyatukan perasaan kita

Tetaplah menjadi bintang di langit
Agar cinta kita akan abadi
Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini
Agar menjadi saksi cinta kita berdua…Berdua…
Sudah terlambat sudah
Kini semua harus berakhir
Mungkin inilah jalan yang terbaik
Dan kita mesti relakan kenyataan ini

Menjadi saksi kita berdua…

Advertisements

~ by kidKae on February 17, 2008.

4 Responses to “Padi Sesuatu Yang Tertunda”

  1. Mungkin inilah jalan yang terbaik
    Dan kita mesti relakan kenyataan ini

    Menjadi saksi kita berdua…
    la,,la,,,
    ugh,,,capek mas nyanyine panjang tenan… :-)
    bagus donk kalo lagu nyabisa jadi soundtrack hidup..ternyata kamu gak sendiri…ciee,,, ;))

  2. Padi..i love piyu + fadli, lirik2 yang mereka buat Apik2. Pribadi suka banget ma album 2 ampe sekarang, hehehe yg album pertama cuman tau lagu SOBAT doang..

    Posting terus lirik padi yak..klo bisa posting apa ajah tentang padi,biar gk ribet diriq nyari dOm Google..hehehe..

    :D :D

  3. @asa
    da yang penah bilang padaku
    merasa sendiri dalam keramaian
    aneh ya..dasar manusia
    untung aku bisa maen gitar

  4. @xy
    sobat padi juga toh
    buat tau perkembangannya ga usah di google
    sudah ada official sitenya kok
    klik disini, disana atau disitu sadja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: